Selasa, 17 Juli 2012

STRUKTUR DAN FUNGSI KLOROPLAS




Kloroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastid. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring, seringkali disertai pirenoid. Kloroplas matang pada beberapa ganggang , biofita danlikopoda dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkuti stroma homogen, di sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam sejumlah grana, masing-masing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung bermembran, pipih dan diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan lamela intergrana yang bebas pigmenProkariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas, tilakoid yang banyak itu terletak bebas dalamsitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk yang beragam pula. Kloroplas mengandung DNA lingkar dan mesin sistesis protein, termasuk ribosom dari tipeprokariotik.

 
A.     Struktur Kloroplas
Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau, umumnya berbentuk lensa, terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta), paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Garis tengah lensa tersebut 2-6 milimikron, sedangkan tebalnya 0,5-1,0 milimikron. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman, tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh, proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda.
Pengamatan dengan mikroskop cahaya, dengan pembesaran yang paling kuat, kloroplast terlihat berbentuk butir. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring, seringkali disertai pirenoid. Kloroplas matang pada beberapa ganggang, bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga. Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra, sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora, sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan padaZygnema.
Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil, yang sering disebut pula daging daun. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain, bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid, sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a, yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten.
Seperti halnya mitokondria, kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. Seperti membran luar pada mitokondria, membran luar kloroplas juga mengandung porin yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul dengan ukuran 10.000 dalton. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel. Membran dalam menutupi daerah yang berisi cairan yang disebut stroma yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. Stroma juga mengandung DNA dan ribosom. Pelipatan membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid. Membran luar kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. Seperti pada matriks mitokondria, stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid. Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas. Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear, dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas.

#sya posting dari Jeny Esterina

Pengertian dan Fungsi Sel

PENGERTIAN DAN FUNGSI SEL

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil satuan makhluk hidup. Sel tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel seperti melakukan pernapasan, perombakan, penyusunan, reproduksi, dan peka terhadap rangsang.
Tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk suatu jaringan, dan kemudian jaringanjaringan akan menyusun organ. Organ mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk organisme baru.  Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan.
Matthias schleiden seorang ahli anatomi tumbuhan dan Theodor schwann seorang ahli anatomi hewan merumuskan teori yang berbunyi "sel, merupakan kesatuan struktural kehidupan". Untuk membedakan struktural sel tumbuhan dan hewan kita dapat menggunakan sediaan daun elodea,hydrilla, dan sediaan sel epitel pipi manusia. sediaan tersebut kemudian diamati dengan mengggunakan mikroskop cahaya.
Max schultze dan Thomas Huxley : sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan, yang menunjukan bahwa aktivitas yang berlangsung dalam tubuh mahluk hidup tercermin dalam aktivitas dalam sel.
Terdapat 2 kelompok utama sel, yaitu sel prokariotik dan eukariotik. Pada sel prokariot, materi genetik tersebar di dalam suatu badan serupa inti yang tidak dikelilingi oleh membran. Sel eukariot sebaliknya, memiliki inti sel yang sangat kompleks dengan selubung inti yang terdiri dari dua membran. Sel prokariotik hanya dimiliki oleh kingdom monera dan sel eukariotik dimiliki oleh keempat kingdom lainnya, yaitu Protista, fungi, Plantae dan Animalia.
Sel eukariotik dibedakan lagi menjadi 2, yaitu sel hewan dan sel tumbuhan. Sel tumbuhan biasanya lebih besar dibanding sel hewan. Sel tumbuhan mempunyai bentuk yang tetap karena sel tumbuhan mempunyai dinding sel dari selulosa, sedangkan sel hewan tidak mempunyai bentuk khusus karena tidak memiliki dinding sel. Sel tumbuhan mempunyai organel tertentu yang tidak terdapat pada sel hewan, demikian pula sebaliknya. Sel tumbuhan memiliki plastida dan vakuola yang tidak dimiliki sel hewan, sebaliknya sel hewan memiliki sentriol yang tidak dimiliki leh sel tumbuhan.
Struktur Sel Hewan

Struktur Sel Tumbuhan





Perbandingan Sel tumbuhan dan Sel Hewan
No
Organel
Prokariot
Eukariot
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Membran plasma
Sitoplasma
Ribosom
Dinding sel
Mesosom
Nukleus
Sentriol
RE
Kompleks golgi
Lisosom
Badan mikro
mitokondria
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Ada
Ada
Ada
Ada/tidak ada
Tidak ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada

Fungsi Organel Sel

A. Membran Plasma
Tersusun atas lemak (lipid) dan protein (lipoprotein).
Fungsi: melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.

B. Sitoplasma
Tersusun atas:
- cairan: sitosol
- padatan: berupa organela-organela
Fungsi: tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.

C. Nukleus
Merupakan organel terbesar, berbentuk bulat, membran rangkap. Di dalam nukleus terdapat nukleoplasma, yang terdiri atas benang 'kromatin' yang tersusun atas DNA, RNA dan protein. Selain itu terkadang terbentuk nukleolus
Fungsi: pengendali seluruh aktivitas sel, pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi genetik.
  
D. Sentriol
Hanya dimiliki sel hewan.
Fungsi: menarik kromosom menuju ke kutub.
 

E. Retikulum Endoplasma (RE)
fungsi:menjadi tempat penyimpan Calcium, bila sel berkontraksi maka calcium akan dikeluarkan dari RE dan menuju ke sitosol.
Berbentuk benang-benang jala meliputi:
- RE kasar: terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis protein.
- RE halus: tidak terdapat ribosom, berfungsi untuk transport dan sintesis                   lemak dan steroid.

F. Ribosom
Tersusun dari proteindan RNA, berbentuk bulat dan tidak bermembran.
Fungsi: tempat berlangsungnya sintesis protein.

G. Kompleks Golgi
Terdiri atas membran berbentuk kantong pipih. Pad asel tumbuhan, kompleks golgi disebut diktiosom.
Fungsi: sekresi polisakarida, protein dan lendir (musin).

H. Lisosom
Merupakan membran berbentuk kantong kecil berisi enzim hidrolitik yg berfungsi dalam pencernaan intrasel.
Fungsi lain:
- mencerna materi yg diambil secara endositosis.
- menghancurkan organela sel lain yg sudah tidak berfungsi (autofage).
- menghancurkan selnya sendiri (autolisis).


I. Mitokondria
Memiliki membran rangkap (luar dan dlm). Membran dlm berlekuk-lekuk membentuk krista.
Fungsi: sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

J. Mikrotubulus
Tersusun atas protein tubulin
Fungsi: punyusun spindel, sentriol, silia dan flagela.


K. Mikrofilamen
Tersusun atas protein aktin.
Fungsi: dalam gerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot dan pembelahan sel.

L. Dinding Sel
Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin & lignin.
Fungsi: memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dlm, & mengatur 
transportasi zat.


M. Badan mikro
Terdiri:
- Peroksisom: mengandung enzim katalase.
- Glioksisom: mengandung enzim katalase & oksidase.

N. Plastida
Organela yg mengandung pigmen, meliputi:
- Kloroplas: plastida yg mengandung pigmen klorofil/hijau.
- Kromoplas: plastida yg mengandung pigmen merah, jingga, kuning.
- Leukoplas: plastida yg tdk mengandung pigmen.
fungsi :
 sebagai tempat fotosintesis, sintesis asam-asam lemak, serta beberapa fungsi sehari-hari.


O. Vakuola
Vakuola sel tumbuhan b'sifat menetap.
Fungsi: tmpt menyimpan cadangan mkanan, pigmen, minyak atsiri & sisa metabolisme.

Gambar Organel-organel

Gambar Organel-Organel

Retikulum Endoplasma
Membran Plasma

Sitoplasma

Sitoplasma (gambar 2)

Badan Golgi

Lisosom

Microtubulus

Struktur Microtubulus

Mitokondria

Nukleus


Sentriol


Vakuola

Minggu, 15 Juli 2012

Bilangan Kuantum


Ada empat bilangan kuantum yang akan kita kenal, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangn kuantum Azimut (l), bilangan kuantum magnetic (m) dan bilangan kuantum spin (s).

A. Bilangan Kuantum Utama (n)

Lambang dari bilangan kuantum utama adalah “n” (en kecil). Bilangan kuantum utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan dalam bilangan bulat positif. Nilai bilangan itu di mulai dari 1, 2, 3 dan seterusnya.
Jenis kulit-kulit dalam konfigurasi elektron dilambagkan dengan huruf K, L, M, N dan seterusnnya. Kulit yang paling dekat dengan inti adalah kulit K dan bilangan kuantum kulit ini = 1. Kulit berikutnya adalah L yang mempunyai bilangan kuantum utama = 2 dan demikian seterusnya untuk kulit-kulit berikutnya. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan tabel di bawah ini
Dari tabel di atas terlihat bahwa bilangan kuantum utama berhubungan dengan kulit atom sehingga bilangan kuantum utama dapat Anda gunakan untuk menentukan ukuran orbit (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. Kegunaan lainnya, Anda dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron. Semakin dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan inti atom semakin besar, sehingga energi potensial elektron tersebut semakin besar.

B. Bilangan Kuantum Azimut (l)

Bilangan kuantum azimut menyatakan subkulit tempat elektron berada dan bentuk orbital, serta menentukan besarnya momentum sudut elektron terhadap inti. Bilangan kuantum ini berhubungan dengan subkulit atom. Lambang subkulit ini adalah s, p, d, f dan seterusnya. Nilai bilangan kuantum azimut dimulai dari angka nol (0). Jadi secara urut subkulit s mempunyai bilangan kuantum azimut = 0, subkulit p mempunyai bilangan kuantum azimut = 1, subkulit d mempunyai bilangan kuantum azimut = 2 dan demikian seterusnya.
Besarnya bilangan kuantum azimut yang mungkin tergantung pada nilai bilangan kuantum utama (n). Bila n=1, maka hanya ada satu kemungkinan nilai bilangan kuantum azimut yaitu l = 0 karena pada kulit pertama (K) hanya terdiri dari satu subkulit yaitu subkulit s. Sedangkan n=2, maka ada dua subkulit yang mungkin yaitu l = 0 dan l = 1 karena pada kulit kedua (L) ada dua subkulit yaitu sub kulit s dan p.
Bagaimana dengan kulit berikutnya?
Kulit M, maka nilai n = 3 dan l = 0, 1, dan 2 karena mempunyai subkulit s, p, dan d.
Kulit N, maka nilai n = 4 dan l = 0, 1, 2, dan 3 karena mempunyai subkulit s, p, d, dan f.
Jadi nilai bilangan kuantum azimut tidak mungkin sama atau lebih besar dari bilangan kuantum utamanya. Maksimal nilai l = n – 1.

C. Bilangan Kuantum Magnetik (m)

Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron pada subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. Sehingga nilai bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum azimut dan bernilai dari - l hingga + l (l = nilai bilangan kuantum azimutnya).
Misalnya subkulit s mempunyai nilai l = 0 maka bilangan kuantum magnetiknya (m) = 0. Angka nol ini melambangkan satu-satunya orbital yang ada pada subkulit s. Sub kulit p mempunyai nilai l = 1 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 1, 0, +1. Angka-angka tersebut melambangkan 3 orbital yang ada pada subkulit p. Subkulit d mempunyai nilai l = 2 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 2, - 1, 0, + 1, + 2. Angka-angka tersebut melambangkan 5 orbital yang ada pada subkulit d dan demikian seterusnya.
Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai magnetik (m) diantara - l sampai + l (l = bilangan kuantum azimut). Nilai bilangan kuantum magnetik suatu elektron tergantung pada letak elektron tersebut dalam orbital. Nama-nama kotak di atas sesuai dengan bilangan kuantum magnetiknya. Dan perlu diingat juga dengan mengabaikan tanda -/+ maka nilai m tidak mungkin lebih besar dari nilai l. 

D. Bilangan Kuantum Spin (s)

Bilangan kuantum spin menyatakan arah rotasi elektron pada porosnya. Dalam satu orbital dapat berisi elektron tunggal atau sepasang elektron. Ada dua kemungkinan arah rotasi yaitu searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Begitulah elektron yang berotasi, bila searah jarum jam maka memiliki nilai s = + ½ dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke atas. Sebaliknya untuk elektron yang berotasi berlawanan arah jarum jam maka memiliki nilai s = - ½ dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke bawah.
Dari uraian arah rotasi maka kita dapat mengetahui bahwa dalam satu orbital atau kotak maksimum memiliki 2 elektron. Bila dalam orbital terdiri dari satu elektron maka nilai s = + ½ karena elektron tersebut berputar searah jarum jam. Dan bila dalam orbital terdiri dari 2 elektron maka nilai s = - ½ karena menunjukkan elektron tersebut merupakan pasangan elektron sebelumnya yang berputar searah jarum jam sehingga mempunyai perputaran sebaliknya yaitu berlawanan dengan arah jarum jam.

Azas Larangan Pauli

W. Pauli (1924) mengemukakan Azas Larangan Pauli “Tidak boleh ada elektron dalam satu atom yang memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama”.


Fungsi Bilangan Kuantum

Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk menunjukkan letak elektron terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan kuantum magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin). Sehingga bilangan kuantum ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli. Selanjutnya kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan identitas suatu elektron. Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus paham dengan konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih dahulu.
Sebagai contoh konfigurasi elektron dan diagram orbital dari sulfur (S) seperti di bawah ini :
Untuk menentukan bilangan kuantum dari elektron terakhirnya kita cukup memperhatikan subkulit terluarnya yakni 3p :
Penggambaran elektron terakhir yang diberi tanda merah. Elektron tersebut terletak pada kulit 3 berarti bilangan kuantum utamanya (n) = 3. Terletak di subkulit p berarti bilangan kuantum azimutnya (l) = 1. Sedangkan untuk menentukan bilangan kuantum magnetiknya kita perlu menamai tiap-tiap orbital dalam subkulit 3p tersebut yakni angka yang berwarna hijau. Sesuai dengan diagram di atas maka nilai bilangan kuantum magnetiknya (m) = - 1. Dan karena tanda panahnya ke bawah maka bilangan kuantum spinnya (s) = - ½ .

Rumus-rumus Umum dalam Trigonometri III


pada bagian ini akan kita bahas rumus2 trigonometri yang berkaitan dengan operasi bilangan. rumus2 ini dikelompokkan dalam beberapa bagian :

1. Penjumlahan dan Pengurangan Sudut
Pada pembahasan yang terdahulu telah dibahas mengenai penyetaraan nilai dari sudut2 dalam kwadran II, III ataupun IV menjadi di kwadran I. Setelah di kwadran I kita dapat mencari nilai trigonometri dari masing2 sudut asalkan sudut tersebut istimewa....yakni sudut yang nilainya sering dihafal....namun bagaimana mencari nilai trigonometri yang tidak istimewa? perlukah menggunakan kalkulator? he..he..padahal kalau pas ulangan atau ujian kan gak boleh ya.....
terus...terus.....

emang gak boleh pake kalkulator walaupun bukan sudut2 yang istimewa tapi yang jelas soal2nya bisa dikerjakan tanpa kalkulator....nah itulah yang akan saya bahas dalam artikel kali ini....rumus2 berikut biasanya digunakan untuk mencari nilai trigonometri sudut2 yang tidak istimewa namun masih mempunyai hubungan dengan sudut2 istimewa dalam trigonometri......sebagai contoh tidak ada hafalan sin 15....tapi nilai ini dapat kita ubah menjadi sin (45-30) gitu.... nah nilainya berapa ya....?
klo ingin mencari nilainya perlu menghafal rumus di bawah ini :


nah itu dia yang harus kalian hafal...nah nilai sin 15 ? ya dicari sendiri aja...kan udah ada rumusnya....

2. Rumus-rumus Sudut Kembar
rumus2 ini sebenarnya berasal dari rumus penjumlahan sudut  yang telah kita bahas tadi di atas....namun kenyataannya malah lebih sering keluar dalam berbagai tipe soal....soalnya bentuknya menarik sih....(ada yang setuju.....? ) walau gak setuju kalian pasti akan sering menggunakannya...jadi setuju aja...(maksudnya biar mudah ngafalnya..) kan klo sudah tertarik kan jadi lebih ingin mendalami...jadi harapannya lebih mudah hafal dan sukar lupanya. Okee... ni dia rumus2nya :


nah....baiknya kalian hafal baik2 rumus2 di atas. klo perlu kalian bolak-balik rumus2nya siapa tahu nemu rumus2 baru.... (dijamin ada) tapi saya kemarin lupa buatnya....kalian cari sendiri aja....

3. Penjumlahan/Pengurangan Fungsi Trigonometri
Pada bagian ini langsung saja saya kasih hafalan rumus2nya.......


4. Perkalian Fungsi Trigonometri
yang ini juga lansung aja ya.......


lah kenapa lang sung ditampilin....!!? ya karena lumayan susah bahasnya.....dan susah dihafal....
itu dulu....sekarang,  udah nemuin cara ngafalnya......

okeee.....
pola di atas itulah yang harus kalian hafal..... misal "sin plus sin = 2sincos"  contoh lain "sin min sin = 2cossin" 
penjumlahan/pengurangan fungsi trigonometri menjadi perkalian fungsi trigonometri di atas dapat dapat dibalik menjadi perkalian ke penjumlahan/pengurangan fungsi trigonometri.....dalam hal ini yang harus kalian perhatikan adalah perubahan sudut2nya.....dan jangan lupa pada hafalan yang terakhir (cos min cos) ada tanda minusnya......

Itulah rumus2 trigonometri yang harus kalian hafal......
banyak gak..? klo ditambah dengan hafalan sebelumnya tambah banyak kan....jadi baiknya segera kalian hafal......



eitttt.....

ternyata masih ada satu lagi yang harus kalian hafal... namanya.....

5. Rumus yang terlupakan.....
he...he....nama sebenarnya Rumus "penjumlahan fungsi trigonometri sin dengan cos"
wehhh... yang udah dibahas di atas kan penjumlahan sin dengan sin atau cos dengan cos.....ternyata ada to rumus gabungan keduanya...? yups.... rumus itu adalah.....


A dan B adalah suatu angka.....
untuk memudahkan menghafal sebaiknya jangan kalian ubah urutan "cos + sin"nya....tapi klo kalian PD gak papa juga sih.... yang harus kalian perhatikan adalah bila ada nilai negatif (-) brarti kalian gabung dengan nilai A atau B yang punya nilai negatif tersebut....jangan kalian gabung dengan hasil "cos"nya.....
maksud "arc tg B/A" adalah suatu sudut yang nilai "tg"nya samadengan B/A (B adalah angka miliknya Sin dan A adalah angka miliknya Cos).