Jumat, 19 April 2013

Penyebab Pikiran Negatif dan Cara Menghilangkannya


Pikiran merupakan gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Gaya berpikir sesorang secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu berpikir negatif dan berpikir positif. Dalam coretan kali ini akan kita ulas seputar pikiran negatif dan cara menghilangkannya. Berpikir negatif itu lebih mudah ketimbang selalu berpikir positif. Padahal berpikiran positif itu lebih sehat. Bagaimana caranya supaya selalu berpikiran positif? Menjadi orang yang berpikiran positif dapat mengurangi stres, menguatnya sistem kekebalan tubuh yang tentunya akan membuat tubuh lebih sehat. Negative thinking, secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai pikiran-pikiran yang muncul, dan diyakini benar adanya tentang sesuatu hal yang belum tentu benar mengenai suatu kejadian atau peristiwa secara negatif dan irasional.

Secara lebih jelas Adelia (2011) mengungkapkan pikiran negatif dapat disebabkan antara lain karena konsep diri yang negatif dan presepsi negatif
1.      Konsep diri yang negatif
Konsep diri didifinisikan sebagai keyakinan, pandangan, atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan memiliki konsep diri negatif apabila meyakini dan memandang dirinya lemah, tidak berdaya, tidak mampu berbuat apa-apa, tidak kompetan, gagal, malang, tidak menarik, dan lain-lain. Berapa factor yang mempengaruhi konsep diri seseorang antara lain, pola asuh, kegagalan, depresi, dan kritik internal
2.      Persepsi yang negatif
Berpikir negatif disebabkan oleh kontruksi persepsi berdasarkan atas system keyakinan, cara pandang (paragdima), atau cara seseorang memahami suatu persoalan. Karena pola piker ini sifatnya paradigmatic, maka setiap data, fakta, atau informasi akan seseorang presepsi sesuai dengan paradigm yang seseorang anut. Jika paradigma tersebut sifatnya konflik maka yang muncul adalah presepsi-presepsi konfliktual, baik ofensif maupun defensive.
Begitu juga dengan Elfiky (2011) berpendapat bahwa penyebab pikiran negatif adalah kurang wawasan keagamaan, pola asuh keluarga yang negatif, tidak memiliki tujuan hidup jelas, rutinitas negatif, pengaruh internal, pengaruh ekternal, pengalaman masa lalu, kosentrasi hidup yang negatif, semangat hidup lemah, hubungan social yang kurang baik, pengaruh informasi media. Pendapat Elfiky pun diperjelas oleh pendapat Sofian (2011) bahwa pikiran negatif tidak datang begitu saja, pikiran negatif merupakan akumulasi dari setiap hal yang seseorang lakukan atau terjadi di masa maupun pengaruh dari luar, seperti serbuan tayangan negatif dan pengaruh orang-orang terdekat, berikut adalah pemaparan sebab pikiran negatif
1.            Program dan riwayat masa lalu
Cara sesorang dibesarkan merupakan hal yang paling berpengaruh dalam cara berpikir seseorang tersebut. Bila seseorang dibesarkan dengan orangtua yang selalu melarang, didalam pikiran seseorang tersebut akan tertanam ketakutan dan keraguan, seseorang tersebut akan menjadi anak yang tidak berani mencoba karena orangtuanya selalu menanamkan pikiran pada suatu hal adalah berbahaya atau tidak berguna. Bila orangtua selalu mengatakan hal-hal yang pesimitis, di dalam pikiran anak akan tertanam rasa pesimis, akibatnya anak akan tumbuh besar menjadi seseorang yang kurang memiliki rasa percaya diri.
2.            Keinginan yang lemah atau bahkan tidak memiliki tujuan yang jelas
Saat seseorang sangat menginginkan sesuatu, maka akan berusaha untuk mendapatkannya. Sebelum keinginannya berhasil diperoleh, maka seseorang tersebut akan tetap focus pada keinginan dan usaha yang sedang dilakukannya. Karena pikirannya hanya terfokus pada tujuan maka seseorang tersebut tidak akan memikirkan hal-hal lain seperti memikirkan hal-hal yang negatif. Sebaliknya, saat seseorang tidak memiliki keinginan atau tujuan yang jelas, pikiran akan mudah dirasuki pikiran negatif, terutama berangan-angan dan frustasi
3.            Rutinitas negatif
Karena berlangsung setiap hari, banyak orang yang tidak menyadari rutinitas negatif yang mereka lakukan. Rutinitas negatif bisa membawa seseorang pada ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan dalam menjalani hidup. Sebut saja seseorang yang melakukan pekerjaan dalam waktu lama akan merasa menjadi pekerjaan yang tidak bermakna baginya sehingga merasa kehidupannya hambar dan berahkir pada kesedihan dan mengalihkan pada suatu rutinitas yang dianggapnya lebih aman seperti rutinitas melihat televisi yang memunculkan pikiran negatif seperti malas, pesimis, ragu, atau takut mencoba hal-hal baru di luar dan merasa memilih menonton televisi karena dianggapnya lebih aman.
4.            Pengaruh Internal
Banyak orang yang dengan mudah menghakimi diri sendiri dengan pendapat-pendapat negatif. Contohnya wanita merasa dirinya tidak cantik atau merasakan kekurangan pada bagian tubuh tertentu. Hal ini melemahkan kepercayaan diri mereka bahkan mampu membuat mereka mengasingkan diri. Bisa dikatakan bahwa orang yang paling menderita ialah orang yang tidak dapat menerima dirinya sendiri. Kesulitan ini memudahkan seseorang untuk berpikir negatif seperti minder, ragu-ragu, cemas, takut, pesimis, berprasangka buruk, mudah mengeluh dan lain-lainnya (Elfiky, 2011).
5.            Pengaruh Eksternal
Orang terdekat (orangtua, saudara, keluarga, guru, dan teman), tayangan media merupakan faktor-faktor dari luar individu yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang menjadi positif maupun negatif. Misalnya seseorang yang terbiasa sering ditertawakan atau dipermalukan dalam melakukan suatu hal dalam lingkungan sekitarnya maka kecenderungan orang tersebut akan menjadi pesimis.

Selain itu Asmani (2009) menyebutkan bahwa pikiran negatif (negative thinking) biasanya berupa pemikiran, perasaan, dan intuisi yang menyalahkan diri sendiri dan orang lain, yang bisa menurunkan semangat dan mengendurkan daya juang. Yang gawat adalah jika pola berpikir negatif itu telah menjadi jalan hidup. Artinya, kebiasaan negatif thinking itu telah dijalaninya selama bertahun-tahun hingga bahkan dianggapnya hal itu sebagai sesuatu yang normal.
Bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif itu? Mario Teguh (motivator) pernah mengatakan dengan mudahnya bahwa cara untuk menghilangkan pikiran negatif tentu saja dengan tidak berpikir negatif alias mulai berpikir secara positif. Semudah itukah?? Ya,semudah itu. Hanya kadang kita tidak sadar bahwa sedang berpikir negatif karena demikian terbiasanya. Selain cara tersebut, berikut ini akan diuraikan beberapa cara mengatasi pikiran negatif yaitu :
  1. Segera alihkan pikiran anda jika mulai berpikir negatif
  2. Mulailah mengenali jenis negative thinking yand ada dalam diri anda
  3. Katakan BERHENTI/STOP ketika pikiran anda mulai berpikir negatif. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai anda.
  4. Lakukan relasksasi dan istirahat agar pikiran anda bersantai dan tidak stress
  5. Fokuskan pada hasil pencapaian yang ingin anda dapatkan.
  6. Apresiasi diri sendiri atas kemajuan yang berhasil kamu lakukan. Tetapi harus ingat yang anda capai adalah kemajuan bukan kesempurnaan.
  7. Lawan pikiran negatif anda dan katakan ”AKU BISA”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar