Kamis, 22 Maret 2012

Profile Dahlan Iskan, Anak Miskin Yang Jadi Menteri BUMN


RIMANEWS - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menteri BUMN.
SBY pun menyanjung Dahlan sukses membawa perbaikan di tubuh perusahaan setrum tersebut. Dan penuh keyakinan, pemilik grup Jawa Pos ini diminta menjadi pucuk BUMN.
Siapa Dahlan Iskan? Pria yang logat bicarannya renyah itu lahir di Magetan, Jawa Timur 17 Agustus 1951.  Ada cerita unik mengenai tanggal kelahirannya tersebut, ternyata orang tuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Akhirnya Dahlan memilih tanggal 17 Agustus supaya mudah diingat, karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia
Dahlan Iskan kecil dibesarkan dilingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Meski demikian, desanya kental dengan nuansa religiusnya.
Pada buku yang ditulis Dahlan Iskan setelah sukses menjalani cangkok hati di China, ia ceriterakan kesusahan Dahlan Iskan sewaktu kecil. Ketika itu ia hanya memiliki satu celana pendek dan satu baju dan satu sarung.
Dahlan memulai karirnya sebagai wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975 dengan menjadi reporter. Setahun kemudian ia bergabung dengan Majalah Tempo. Tak puas menjadi wartawan saja, tahun 1982 ia memimpin surat kabar Jawa Pos.
Berikut profile Dahlan Iskan: Nama : Dahlan Iskan Tempat, Tanggal Lahir: Magetan, 17 Agustus 1951 Pendidikan : Lulusan SMA
Karier: : 1. 1975 Reporter surat kabar di Samarinda (Kalimantan Timur) 2. 1976 wartawan majalah Tempo 3. 1982 memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang 4. 2009 sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC) 5. 2009 Direktur Utama PLN
Berikut kekayaan Dahlan Iskan :
Terhitung sejak 30 Maret 2010, LHKPN KPK mencatat harta pemilik grup media Jawa Pos itu mencapai lebih dari Rp 48,8 miliar. Harta itu terdiri dari harta tidak bergerak senilai Rp 8,6 miliar berupa tanah dan bangunan, harta bergerak senilai Rp 2,5 miliar, surat berharga Rp 120 miliar, giro dan setara kas lainnya senilai Rp 19,9 miliar. Jumlah tersebut dikurangi utang Dahlan sebesar Rp 102,3 miliar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar